SMAK Kesuma mataram Siap menghadapi Pandemi Covid-19 dengan menerapkan digitalisasi pendidikan(Kelas Virtual)

SMAK Kesuma mataram Siap menghadapi Pandemi Covid-19 dengan menerapkan digitalisasi pendidikan(Kelas Virtual) Rapat Guru TIK di kantor Yayasan Insan Mandiri Denpasar Unit Lombok 02/05/2020

     Covid-19 atau yang dikenal dengan nama virus Corona tengah melanda seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia. Penyebaran virus ini begitu masif dan relatif cepat. WHO menyatakan bahwa Virus Covid-19 menular melalui droplets atau percikan yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Sehingga semua kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa harus dihentikan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan social distancing dan physical distancing, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Hingga Rabu (15/04/2020) virus corona telah menghantui 213 Negara dengan total kasus mencapai 1.878.489 yang dinyatakan positif dengan angka kematian mencapai 119.044. Sementara di Indonesia sudah mencapai 5.136 positif, 446 dinyatakan sembuh dan 469 meninggal dunia. Dari data tersebut menunjukan bahwa badai corona hinga saat ini belum surut dan terus melampau tinggi setiap harinya.(Sumber:KompasTv)

Rumitnya penanganan wabah ini membuat pemerintahan setiap Negara menerapkan kebijakan super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini semakin meluas. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar tentu dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang namun untuk Kota mataram hingga saat ini belum di terapkan PSBB.

PH Hari Pertama, Jumat 8 Mei 2020, puku 08.00 wita, Trial utk PAS
Lab Biologi SMAK, Teknisi IT, Piket dan Guru Mapel.

Risiko ini harus diambil untuk menyelamatkan masyarakat dari virus corona. Melakukan social distancing dan physical distancing merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko penularan virus corona. Kebijakan pemerintah ini tentu berimplikasi terhadap perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat. Perubahan tersebut mencakup ekonomi, sosial, budaya dan politik serta pendidikan.

Dampak mewabahnya virus corona kini juga telah dirasakan oleh dunia pendidikan.

Organisasi Pendidikan, Keilmuwan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.(sumber:KompasTv)

Presiden Joko Widodo sudah mengimbau untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah semasa pandemi virus corona ini. Pemerintah juga memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional 2020.

Kebijakan ini diharapkan pemerintah bisa mengurangi mobilitas pelajar sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19.

Dalam praktiknya, proses belajar mengajar di rumah, siswa dan guru dibantu dengan aplikasi belajar online. Namun, sejumlah kesulitan ditemui para guru saat menjalankan metode belajar dari rumah.

Belajar di rumah menjadi langkah yang dinilai ampuh dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Namun, tak sedikit Guru, orangtua dan siswa yang kerepotan dengan kegiatan ini sehingga diperlukan kiat khusus system daring ini.

Dalam pelaksanaanya, proses belajar mengajar melalui daring ini masih mengalami permasalahan dan kekacauan. Semua dibuat kaget dan terengah-engah, sebab cara-cara baru dan pola-pola baru ini sangat berbeda dengan cara konvensional yang biasa dilakukan. Perubahan tatanan sistem konvensional yang digantikan dengan sistem baru telah memaksa semua pihak untuk belajar.

Peralihan cara belajar ini memaksa seluruh pihak untuk memanfaatkan platform pembelajaran yang sudah ada sebagai media pembelajaran supaya proses belajar mengajar tetap bisa dilakukan. Kolaborasi berpikir atau gotong royong baik pihak sekolah, murid dan orang tua murid menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Kolaborasi dan berpikir kolektif dalam bidang pendidikan sangat penting dilakukan untuk memastikan pendidikan tetap dilaksanakan dengan baik demi masa depan anak bangsa.Pemindahan ruang kelas kedalam dunia virtual mengakibatkan terjadinya digitalisasi pendidikan. Kini tidak ada lagi sekat pemisah dan ruang kelas untuk belajar, semuanya beralih menggunakan tekhnologi tanpa harus bertemu.

Guru,Murid maupun orang tua dituntut dan dipaksa untuk mempelajari dunia baru yang disebut dengan Distruption Era. Disruption pada dasarnya merupakan sebuah perubahan. Suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat hadirnya masa depan ke masa kini. Perubahan semacam itu membuat segala sesuatu yang semula berjalan normal tiba-tiba digoyahkan akibat hadirnya sesuatu yang baru.

Distruption Era atau biasa disebut dengan istilah era baru ini sebenarnya sudah ada jauh-jauh hari sebelum Corona menyerang dan memaksa kita untuk mempelajari cara-cara baru ini(era 4.0).

Hadirnya era baru ini memang tidak terlihat dan tidak terlalu kita sadari, padahal ada disekeliling kita. Era baru ini ditandai dengan hadirnya tekhnologi yang semakin canggih dan inovasi baru yang membuat pekerjaan menjadi semakin mudah, cepat, murah dan lebih terjangkau. Berbagai platform pendidikan dapat dimanfaatkan ditengah situasi yang tidak menentu akibat wabah corona ini untuk mempermudah proses belajar mengajar dari rumah.

Digitalisasi pendidikan tentu sangat membantu civitas akademika ditengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Pembelajaran melalui sistem daring menjadi solusi yang tepat untuk memastikan proses belajar mengajar tetap dapat dilakukan dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga meluncurkan program “Belajar dari Rumah” yang ditayangkan oleh TVRI sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi virus corona menjadi momentum transformasi digital dunia pendidikan. Tidak dapat kita pungkiri, dengan adanya wabah corona ini menjadi salah satu pendorong bagi pendidikan di Indonesia untuk menerapkan sistem baru ini,memotivasi Guru maupun Murid untuk berpikir inovatif dan kreatif. Peserta didik dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dan memanfaatkan digitalisasi sekolah dengan menerapkan internet of things.

Sehingga harapanya peserta didik dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi melalui penugasan dan pembelajaran melalui cara baru ini. Hal ini tentu akan mengakibatkan perubahan cara belajar kita di masa yang akan datang.

      Menyikapi situasi ini maka pada 02/05/2020 pihak Yayasan Insan Mandiri  Denpasar cabang Lombok dibawa pimpina RD. Patrisius Woda Fodhi Trisno. Memanggil guru-guru TIK seluruh unit sekolah berdialog untuk membicarakan langka kongkrit apa yang harus ditempu apabila pandemi Covid-19 ini belum berakhir dua bulan kedepan serta mendengarkan laporan dan kendala apa saja selama siswa belajar dari rumah dengan menggunakan aplikasi Google classroom dan zoom sebagai class meeting interaktif murid dengan Guru, Dalam rapat tersebut tim IT SMAK Kesuma Mataram melaporkan bahwa pelaksanaa KBM sistim Daring cukup berjalan lancar dan ulangan harian online sedang berlangsung mulai 08/05/2020 disekolah kami ungkap unggkap guru TIK SMAK Kesuma, yang sekalipun terdapat beberapa kendalam umum terjadi baik dari Guru,Murid dan keluhan beberapa orang tua siswa.

     Dan adapun hasil rapat sementara adalah beberapa hari kedepan yayasan bersama tim IT yayasan akan turun memonitoring memastikan pelaksanaan KBM dalam jaringan disetiap unit sekolah selama selama covid-19 ini masih ada.

  • Bagikan: