Mataram, NTB — Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional kembali ditegaskan melalui kunjungan Fajar Riza Ul Haq ke SMAK Kesuma Mataram, salah satu sekolah unggulan di Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan program prioritas nasional berjalan efektif di daerah.
Dalam agenda tersebut, Wakil Menteri meninjau pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis). Ia memastikan bahwa program ini telah berjalan optimal, mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi kepada siswa. Program MBG dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan fokus belajar siswa di sekolah.
Tak hanya soal gizi, perhatian juga tertuju pada transformasi digital di ruang kelas. Fajar Riza Ul Haq mengevaluasi pemanfaatan PID (Papan Interaktif Digital) yang telah diterapkan di SMAK Kesuma Mataram. PID atau Interactive Flat Panel merupakan layar sentuh beresolusi 4K yang mengintegrasikan fungsi komputer, proyektor, dan papan tulis dalam satu perangkat. Berbeda dari televisi biasa, teknologi ini memungkinkan interaksi langsung—guru dan siswa dapat menulis, menggambar, hingga menjalankan gim edukatif secara kolaboratif di layar.
Pemerintah mendorong digitalisasi ini sebagai bagian dari strategi besar pendidikan nasional. Tujuannya jelas: memperluas pemerataan akses kualitas pendidikan, meningkatkan semangat belajar siswa melalui metode visual-interaktif, mendorong kreativitas guru dalam mengajar, serta memperkuat literasi digital generasi muda agar siap bersaing di abad ke-21.
Di SMAK Kesuma Mataram, pemanfaatan teknologi ini sudah berjalan nyata. PID digunakan secara aktif dalam proses pembelajaran, didukung fasilitas Smart TV di setiap kelas. Kombinasi ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup—materi disampaikan secara visual, interaktif, dan mudah dipahami.
Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran, sementara guru semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi. Pembelajaran tidak lagi satu arah, melainkan menjadi ruang kolaboratif yang dinamis.
Kunjungan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemenuhan gizi dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci menciptakan pendidikan berkualitas. Dari Mataram, semangat perubahan itu terus bergerak, membawa harapan baru bagi masa depan pendidikan Indonesia.