MUNTILAN – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, memperluas wawasan manajemen sekolah, dan memperkuat tata kelola pengajaran yang komprehensif, jajaran tenaga pendidik dari SMAK Kesuma Mataram melaksanakan kegiatan studi banding ke salah satu institusi pendidikan legendaris di Indonesia, yakni SMA Pangudi Luhur Van Lith. Kegiatan kunjungan kerja yang berlangsung dengan penuh keakraban ini merupakan langkah strategis bagi SMAK Kesuma Mataram untuk mengadopsi sistem pendidikan unggul serta budaya positif yang telah lama terbukti mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berkarakter unggul.
Dalam kunjungan istimewa tersebut, rombongan guru SMAK Kesuma Mataram tidak sekadar hadir sendiri, melainkan didampingi secara langsung oleh Ketua Yayasan, Romo RM. Patrisius Woda. Kehadiran pucuk pimpinan yayasan di tengah-tengah para pendidik ini menegaskan komitmen yang sangat kuat dan nyata dari pihak pengelola dan yayasan dalam upaya memajukan kualitas pendidikan di SMAK Kesuma Mataram. Dukungan penuh dari yayasan ini diharapkan mampu memfasilitasi setiap perubahan positif dan inovasi pembelajaran yang akan diimplementasikan sepulangnya mereka dari kegiatan inspiratif ini.
Setibanya di lokasi sekolah, rombongan ini disambut dengan sangat hangat dan penuh antusiasme. Bertempat di ruang pertemuan utama SMA Pangudi Luhur Van Lith yang sarat akan nilai sejarah, acara penyambutan dipimpin secara langsung oleh Kepala SMA Pangudi Luhur Van Lith, Br. Yohanes Bosko Purwanto, FIC., S.T. Turut hadir dan mendampingi beliau adalah jajaran wakil kepala sekolah (wakasek) yang memegang peranan krusial dalam dinamika operasional sekolah sehari-hari. Mereka di antaranya adalah Wakasek Kurikulum Robertus Baluk Nugroho, S.Pd., Wakasek Kesiswaan Angga Benedikto, S.Pd., Wakasek Humas Yohanes Gilly Dewanta, S.Pd., serta Wakasek Prasarana Veronika Yayik Nuryani, S.Pd.
Acara inti dimulai dengan sambutan hangat sekaligus pemaparan yang sangat komprehensif dari Kepala SMA Pangudi Luhur Van Lith, Br. Yohanes Bosko Purwanto, FIC., S.T. Dalam presentasinya, Br. Yohanes Bosko mengajak para peserta studi banding untuk menelusuri lorong waktu pendidikan dengan memaparkan sejarah singkat berdirinya sekolah tersebut. Beliau menceritakan visi besar sosok pendiri, tahun awal mula sekolah ini didirikan dengan segala tantangannya, hingga dinamika perubahan sistem dan struktur yang terus terjadi dari masa ke masa. Perjalanan panjang, konsistensi, dan dedikasi yang tak kenal lelah itulah yang pada akhirnya mengukuhkan nama institusi ini menjadi SMA Pangudi Luhur Van Lith seperti yang dikenal luas oleh masyarakat saat ini. Penjelasan historis ini memberikan pemahaman mendalam tentang fondasi nilai yang menopang kebesaran institusi tersebut.
Setelah pemaparan sejarah yang memotivasi, agenda dilanjutkan dengan sesi sharing atau berbagi praktik baik yang diisi oleh pemaparan dari para wakil kepala sekolah. Wakasek Kurikulum, Robertus Baluk Nugroho, S.Pd., mendapat giliran pertama dengan menjelaskan kerangka dan garis besar kurikulum yang diimplementasikan di SMA Van Lith. Beliau membagikan strategi sekolah dalam meramu sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik yang tinggi, tetapi juga menyeimbangkan pengembangan soft skill agar senantiasa relevan dengan tuntutan dan perkembangan zaman.
Pemaparan yang tak kalah penting juga disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan, Angga Benedikto, S.Pd. Dalam sesinya, beliau membedah secara rinci berbagai kegiatan kesiswaan yang dirancang sebagai wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, dan bakat minat para murid. Angga turut menyoroti sejumlah program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah, serta pendekatan-pendekatan nyata yang dilakukan dalam menanamkan dan merawat budaya positif di lingkungan sekolah. Semangat kedisiplinan, kemandirian, dan persaudaraan menjadi roh utama yang terus dihidupi dalam keseharian sivitas akademika Van Lith.
Merespons pemaparan yang kaya akan wawasan tersebut, Kepala SMAK Kesuma Mataram, Sr. Lerisda Sitohang, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sedalam-dalamnya. Dalam sambutan balasannya, Suster Lerisda mengungkapkan motivasi dan tujuan utama kedatangan rombongannya. "Kami datang ke sini dengan semangat untuk belajar banyak hal dari SMA Van Lith. Sekolah ini adalah institusi legendaris yang kualitasnya sudah sangat teruji dan terbukti dari waktu ke waktu. Kami mengetahui bahwa sudah banyak sekali lulusan Van Lith yang sukses melanjutkan studi ke luar negeri dan berkiprah secara global," ujar Suster Lerisda dengan nada penuh antusiasme. Beliau juga menegaskan keinginan sekolahnya untuk mempelajari dan mengadaptasi tata kelola serta sistem pendidikan holistik yang dijalankan di sana.
Rangkaian agenda studi banding yang padat dan kaya manfaat ini kemudian diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata antara kedua belah pihak. Momen penyerahan kenang-kenangan tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat hangat, cair, dan penuh dengan nuansa kekeluargaan. Hal ini menjadi simbol terjalinnya tali persaudaraan, silaturahmi yang berkelanjutan, serta terbukanya potensi sinergi di masa depan antara SMAK Kesuma Mataram dan SMA Pangudi Luhur Van Lith. Rombongan guru dan yayasan kemudian bersiap kembali ke Mataram dengan membawa segudang rekam jejak inspirasi, pengetahuan baru, dan semangat perubahan untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang semakin gemilang.