#CERDAS BERETIKA CAKAP BERBHINNEKA

MATARAM, 25 April 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikan di Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok, digelar kegiatan Workshop Service Excellence bertajuk "Melayani dengan Hati, Memberi yang Terbaik" di aula kantor yayasan pada hari ini, Sabtu (25/4).

Workshop ini dibuka dengan sambutan dari Romo selaku Ketua Yayasan yang menekankan pentingnya pelayanan berkualitas dalam dunia pendidikan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, setiap sekolah/unit diharapkan mampu membangun branding positif yang berakar dari kualitas layanan kepada siswa, orang tua, dan masyarakat luas. “Pelayanan yang tulus dan profesional akan menjadi identitas kuat bagi sekolah,” ungkapnya.

Menggali Ilmu dari Praktisi Hospitality

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif dan aplikatif, workshop ini menghadirkan narasumber profesional dari Sudamala Resorts, yakni Bapak Rahmat Hidayat (Praktisi Hospitality Industry) dan Ibu Elce. Keduanya membagikan standar pelayanan prima yang biasa diterapkan di industri perhotelan agar dapat diadaptasi ke dalam lingkungan pendidikan.

Menurut pemaparan narasumber, terdapat 5 Indikator Kepuasan pelanggan (dalam hal ini siswa dan orang tua) yang harus dipenuhi berdasarkan janji kampanye atau promosi sekolah, yang disingkat menjadi TERRA:

T (Tangible): Bukti fisik pelayanan dan fasilitas yang terlihat nyata.

E (Empathy): Rasa kepedulian dan perhatian tulus kepada setiap individu.

R (Reliability): Keandalan dalam memberikan pelayanan yang akurat dan terpercaya.

R (Responsiveness): Ketanggapan dalam merespons masalah dan memberikan solusi (problem solving).

A (Assurance): Jaminan atau garansi keamanan dan kenyamanan yang dijanjikan.

Profesionalisme dan Standar Pelayanan

Selain itu, narasumber juga memaparkan 4 indikator yang membuat seseorang layak disebut profesional di posisinya, yang dikenal dengan konsep ASKA:

A (Attitude/Sikap): Merupakan fondasi utama yang harus tumbuh dari dalam diri pribadi masing-masing.

S (Skill/Keterampilan): Kemampuan teknis yang bisa diperoleh dengan belajar dan berlatih.

K (Knowledge/Pengetahuan): Wawasan dan pemahaman terkait pekerjaan yang bisa dipelajari.

A (Art/Seni): Cara penyampaian atau sentuhan personal dalam melayani yang juga bisa diasah.

Ditegaskan bahwa Skill, Knowledge, dan Art dapat dibentuk melalui proses belajar, namun Attitude adalah penentu karakter utama yang harus disadari dari dalam diri.

Untuk mencapai standar pelayanan tersebut, institusi tidak hanya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, tetapi juga harus didukung oleh SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas dan terarah.

Kapan Service Excellence Itu Terlihat?

Sebagai penutup yang sangat menginspirasi, narasumber mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa Service Excellence (Pelayanan Prima) sejati tidak diukur saat kondisi sedang ideal, melainkan akan sangat terlihat dan teruji saat staf mampu:

Tetap ramah, walaupun tubuh dan pikiran sedang lelah.

Tetap teliti, walaupun sedang tidak diawasi oleh atasan.

Tetap peduli, walaupun tidak ada komplain atau keluhan dari pihak lain.

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh staf dan pendidik dapat memberikan dedikasi terbaiknya, melayani dengan hati, dan membawa sekolah menuju standar pelayanan yang luar biasa.