SMAK Kesuma Mataram kembali menyelenggarakan Pentra (Pagelaran Teater, Tarian, dan Irama) pada tanggal 4–5 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan sekolah ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari seluruh siswa. Melalui Pentra, siswa tidak hanya menampilkan kreativitas mereka di atas panggung, tetapi juga belajar menghargai keberagaman budaya Nusantara yang sejalan dengan identitas SMAK Kesuma Mataram sebagai sekolah multikultural, berkarakter, dan berprestasi.
Pada hari pertama, penonton disuguhkan berbagai penampilan yang memukau dari kelas XIA, XIC, dan XIE. Kelas XIA mengangkat budaya Sunda melalui drama musikal, nyanyian daerah yang dipadukan dengan alat musik dan mini drama, tari kreasi Sunda, serta tari tradisional. Kelas XIC memperkenalkan budaya Sumbawa melalui drama pembuka yang menyentuh, narasi tentang dasar-dasar budaya Sumbawa, prosesi pengantin adat, dan tarian tradisional. Sementara itu, kelas XIE menghadirkan kisah remaja Banyuwangi yang dipadukan dengan tarian khas daerah serta flashmob yang energik. Acara hari pertama semakin istimewa dengan pementasan teater musikal Secangkir Teh yang dibawakan oleh siswa kelas X. Naskah karya Romualdo Situmorang tersebut mengisahkan seorang anak yang memiliki impian menjadi Cinderella serta mengangkat tema cinta, rahasia, dan pencarian identitas diri yang dekat dengan kehidupan remaja.
Memasuki hari kedua, kelas XIB mengangkat budaya Manggarai melalui pertunjukan tari, drama Tourist & Warlok, fashion show, peragaan rumah adat dan senjata tradisional, serta flashmob yang menghibur. Kelas XID menampilkan budaya Toraja melalui prosesi pernikahan adat, drama Kehilangan Bayi, serta tarian yang menggambarkan tradisi penguburan bayi. Sementara itu, kelas XIF mempersembahkan budaya Aceh melalui Tari Saman sebagai pembuka, pertunjukan tradisi Aceh, atraksi pedang yang diiringi musik tradisional, penampilan biola, dan flashmob yang memukau penonton. Pada puncak hari kedua, siswa kelas X kembali menunjukkan kemampuan akting mereka melalui pementasan teater Alangkah Lucunya Negeri Ini. Naskah yang diadaptasi dari karya Musfar Yasin tersebut mengangkat realitas sosial masyarakat marginal dan menggambarkan kesenjangan antara pendidikan dan kehidupan nyata melalui sentuhan komedi satir yang menghibur sekaligus mengajak penonton untuk berefleksi.
Pentra menjadi bukti komitmen SMAK Kesuma Mataram dalam mengembangkan potensi peserta didik secara holistik. Melalui proses latihan, kolaborasi, dan pementasan, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih aktif, kreatif, kolaboratif, dan inovatif. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah minat dan bakat di bidang seni, budaya, teater, musik, dan kepemimpinan. Dengan semangat CERAS—Cerdas, Berkarakter, Cakap, dan Berprestasi—Pentra terus menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi seluruh siswa SMAK Kesuma Mataram.